Text
AGRINTECH TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU HASIL PERTANIAN
Aplikasi bioteknologi dapat digunakan untuk meningkatkan nilai ekonomis salak. Salah satu jenis olahan salak dengan memanfaatkan mikroba melalui pendekatan bioteknologi adalah nata de salacca. Proses pembentukan nata memanfaatkan pupuk zwavelzure ammonia (ZA) sebagai sumber nitrogen yang relatif berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah melebihi standar pemakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kecambah kacang hijau (touge) pada kualitas nata de salacca. Konsentrasi ekstrak toge yang digunakan pada penelitian ini adalah 0%, 1%, 2%, 3%. Pengamat yang dilakukan adalah pengamatan fisik seperti ketebalan, bobot dan rendemen. Penambahan ekstrak touge 1% menghasilkan bobot nata sebesar 381,6 g dan tebal 0,53 cm. Penambahan ekstrak touge 3% menghasilkan bobot nata 438,6 g dan tebal 0,57 cm. Semakin tinggi jumlah ekstrak touge yang ditambahkan maka bobot dan ketebalan nata de salacca yang dihasilkan semakin tinggi.
Tidak tersedia versi lain