Text
ALKIMIA (Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 2 No 1)
Hal ini dapat menyediakan bahan baku yang murah untuk pembuatan bioetanol dengan proses fermentasi menghasilkan bahan bakar dalam jumlah yang besar, ekonomis, dapat diperbarui dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan krisis energi dapat diatasi. Bagas mengandung lignoselulosa yang dapat didegradasi menjadi glukosa dan menghasilkan etanol dengan proses fermentasi. Penelitian ini menjelaskan pretreatment bagas dengan metode alkali yang berbeda. Bagas dipretreatment dengan proses pemanasan (80oC) dan tanpa pemanasan (25oC) dan dengan konsentrasi alkali (NaOH) yang berbeda. Penelitian ini juga menjelaskan pengaruh waktu fermentasi terhadap indeks bias, volume dan kadar bioetanol yang dihasilkan. Pretreatment alkali secara efektif meningkatkan hidrolisis enzim terhadap selulosa bagas. Berdasarkan hasil analisa, kondisi pretreatment terbaik untuk menghasilkan selulosa tertinggi (50,71 %) adalah pretreatment dengan pemanasan dengan konsentrasi NaOH 3 N. Indeks bias tertinggi yaitu 1,3391 dihasilkan dari waktu fermentasi 5 hari. Volume tertinggi yaitu 16 ml dihasilkan dari waktu fermentasi 7 hari. % Etanol tertinggi adalah 56 berdasarkan metode analisa kurva baku dan 47,708 berdasarkan metode analisa GC.
Kata kunci: Alkaline Pretreatment; Bioethanol Production; Sugarcane Bagasse.
Tidak tersedia versi lain